Pengertian Hematology Analyzer
Hematology Analyzer adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur dan menghitung jumlah sel darah. Alat yang satu ini mampu melakukan pemeriksaan menggunakan sampel darah untuk mendiagnosa beberapa penyakit. Pemeriksaan hematologi meliputi pemeriksaan darah lengkap, seperti pemeriksaan kadar hemoglobin, leukosit hingga trombosit.
Dengan sifatnya yang multifungsi, hematology analyzer pun menjadi salah satu instrumen yang wajib ada di dalam klinik maupun rumah sakit. Jadi, jika anda ingin melakukan pemeriksaan komponen darah lengkap, ataupun memiliki riwayat penyakit darah, alat inilah yang digunakan ketika melakukan pemeriksaan tersebut.
Hematology merupakan cabang ilmu biologi kesehatan yang mempelajari seputar darah dan pemeriksaannya. Beberapa penyakit yang menjadi acuan diantaranya ada anemia, gangguan pembekuan darah, leukimia, infeksi dan hemofilia.
Ilmu yang satu ini pun menjadi ilmu yang sangat penting dalam bidang bidang kesehatan. Seperti di rumah sakit ataupun klinik. Mungkin kita bertanya-tanya, kenapa setiap individu setidaknya harus sesekali melakukan pemeriksaan hematology ?
Karena, pemeriksaan hematology ini memiliki banyak manfaat. Diantaranya ada dapat mendeteksi kemungkinan adanya penyakit di dalam tubuh, melakukan diagnosis penyebab gangguan kesehatan dan melakukan pemantauan terhadap penyakit yang mungkin diderita oleh tiap individu.
Sejarah Hematology Analyzer
Alat Hematology Analyzer ini pun memiliki sejarah yang cukup unik. Jadi, pada tahun 1950-an, para analis dan juga teknisi Laboratorium sudah sering melakukan beberapa penelitian mengenai sel darah dalam tubuh. Namun, penelitian yang dilakukan membutuhkan waktu yang lama dan juga tidak konsisten dari segi hasil. Mengapa demikian ?
![]() |
| Wallace H. Coulter (1913-1998) |
Prinsip Kerja

- Tahap Pelarutan Sampel (Darah), Pada tahap ini terbagi menjadi dua pelarutan, yang pertama yaitu Pelarutan untuk keperluan pengitungan sel darah putih dan pengukuran konsentrasi Hb. Pada pelarutan ini darah diencerkan dengan reagent diluent dengan perbandingan 1 : 200 (biasanya setiap merk alat memiliki perbandingan yang berbeda). Dan dicampur dengan reagent lyse untuk memecah sel darah merah agar hemoglobinnya keluar sehingga dapat diukur konsentrasinya dengan teknik fotometri, kemudian yang kedua pelarutan untuk keperluan penghitungan sel darah merah dan trombocyte atau platelete.
- Tahap Pengitungan dan Pengukuran Pada tahap ini akan dilakukan proses penghitungan sel darah putih dan pengukuran konsentrasi Hemoglobin dalam satu chamber pengukuran. Untuk pengukuran Hemoglobin dengan menggunakan sistem fotometri. Sedangkan untuk sel darah merah dan trombocyte dihitung dalam satu chamber yang lain. Penghitungan sel darah merah, sel darah putih dan sel trombocyte menggunakan teknologi yang disebut electrical impedance.
- Tahap Pengolahan Data Pada tahap ini pulsa-pulsa tegangan masuk ke mikroprosesor kemudian dihitung dan diolah dengan histogram. Demikian juga hasil pengukuran Hemoglobin secara fotometri akan dijadikan data untuk menghitung parameter-parameter lain yang dapat diketahui dari rumus. Hasil perhitungannya akan ditampilkan pada layar monitor berbentuk angka dan grafik.
.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar