• Chemistry Analyzer

    Pengertian Chemistry Analyzer

    Chemistry analyzer adalah alat laboratorium kimia klinik yang digunakan untuk melakukan menganalisa unsur-unsur kimia yang terdapat pada suatu sampel darah. Sama seperti namanya, alat ini lebih ditujukan pada analisis yang berhubungan dengan kimia, yang nantinya dapat membantu dalam proses pengobatan pasien yang mengalami gangguan unsur kimia di dalam kandungan darahnya.

    Alat ini sangat membantu dalam proses analisis yang biasa dilakukan di dalam laboratorium klinik. Benarkah ?

    Yap, chemistry analyzer ini bisa digunakan untuk melakukan analisis terhadap kandungan gas, air, mineral, logam serta berbagai materi biologis dari suatu larutan atau sampel.

    Sejarah Chemistry Analyzer

    Alat yang satu ini juga memiliki sejarah yang unik lho. Jadi, di tahun 1957, para peneliti dan analis sudah sering melakukan analisis mengenai pengujian unsur kimia di berbagai instansi. Namun, karena semakin banyaknya pengujian, maka waktu dalam proses penelitian pun semakin dirasa kurang efektif dan efisien.

    Hingga akhirnya, seorang ilmuwan bernama Leonard T. Skeggs memperkenalkan sebuah alat yang pada akhirnya kita kenal saat ini sebagai chemistry analyzer. Nah, jenis tes yang dilakukan oleh alat tersebut pun meliputi enzim, ion, natrium, hingga bahan kimia lainnya (seperti glukosa, albumin dan juga kreatinin).

    Dr. Leonard T. Skeggs, PhD (1918-2002)

    Dr. Leonard T. Skeggs, PhD Lahir di Fremont, Ohio, pada tanggal 9 Juni 1918, adalah ahli kimia klinis VA yang menemukan penganalisa aliran kontinu, yang mengubah karakter pengujian kimia klinis dengan memudahkan proses pemeriksaan darah rutin.

    Dalam analisis aliran kontinu, sampel darah disuntikkan ke dalam larutan pembawa yang mengalir dengan cepat melalui selang. Sampel dicampur dengan reagen, yang bereaksi dengan sampel untuk mengembangkan warna dan menentukan konsentrasi zat, seperti penyakit atau obat. Penganalisis aliran kontinu lebih cepat dan lebih mudah dioperasikan daripada penganalisa robotik, yang dikendalikan oleh komputer dan memerlukan banyak bagian bergerak yang mengirimkan reagen dan sampel ke bejana reaksi dan kemudian ke detektor.

    Bagi Skeggs, penganalisis aliran kontinu menghilangkan apa yang disebutnya "kereta tabung uji" yang diperlukan untuk metode pengujian lainnya. Mesin tersebut menawarkan rumah sakit dan laboratorium metode pemeriksaan darah rutin yang murah dan sangat mudah diakses. Keturunan instrumen Skeggs saat ini menjadi dasar kimia klinis otomatis.

    Skeggs, yang bertugas di Angkatan Laut selama Perang Dunia II, juga mengerjakan salah satu ginjal buatan pertama, bekerja sama dengan ilmuwan lain di Universitas Case Western Reserve di Cleveland. Ginjal buatan baru, peningkatan yang cukup besar dari prototipe sebelumnya, banyak digunakan di Amerika Serikat.

    Autoanalyzer adalah analisa otomatis menggunakan teknik aliran khusus bernama “analisis aliran kontinu (CFA)”, diciptakan pada tahun 1957 oleh Leonard Skeggs, PhD dan pertama dibuat oleh Corporation Technicon. Aplikasi pertama adalah untuk klinis (medis) analisis. Autoanalyzer sangat mengubah karakter laboratorium pengujian kimia dengan memungkinkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah sampel yang dapat diolah. Desain didasarkan pada pemisahan aliran terus mengalir dengan gelembung udara sebagian besar mengurangi lambat, ceroboh, dan kesalahan metode manual rawan analisis.

    Autoanalyzer (Chemistry Analyzer) merupakan salah satu alat laboratorium canggih yang dilengkapi dengan sistem sequensial multiple analysis. Alat ini mempunyai kemampuan pemeriksaan yang lebih banyak berfungsi untuk analisa kimia secara otomatis. Alat ini mampu menggantikan prosedur-prosedur analisis manual dalam laboratorium, rumah sakit, dan industri. Autoanalyzer dapat digunakan untuk menganalisa kandungan air, gas, mineral, logam, dan material biologis dari suatu larutan.

    Jenis-jenis tes yang dibutuhkan meliputi tingkat enzim (seperti banyak dari tes fungsi hati), tingkat ion (misalnya natrium dan kalium), dan lainnya  (seperti glukosa, albumin serum, atau kreatinin). Ion sederhana sering diukur dengan elektroda selektif ion, yang memungkinkan satu jenis ion melalui, dan perbedaan mengukur tegangan Enzim dapat diukur dengan tingkat mereka mengubah salah satu zat warna yang lain, Dalam tes ini, hasil untuk enzim yang diberikan sebagai suatu kegiatan, bukan sebagai konsentrasi enzim. Tes-tes lain menggunakan perubahan kolorimetri untuk menentukan konsentrasi bahan kimia yang bersangkutan. Kekeruhan juga dapat diukur.

    Autoanalyzer digunakan terutama untuk analisis laboratorium rutin dalam bidang medisInstrumen ini biasanya menentukan tingkat albumin, alkali fosfatase, aspartate transaminase (AST), nitrogen urea darah, bilirubin, kalsium, kolesterol, kreatinin, glukosa, fosfor anorganik, protein, dan asam urat dalam sampel darah tubuh serum atau lainnya. Autoanalyzer mengotomatisasi langkah analisis sampel berulang yang seharusnya dapat dilakukan secara manual oleh seorang teknisi, untuk tes medis seperti yang disebutkan sebelumnya. Dengan cara ini, sebuah autoanalyzer dapat menganalisis ratusan sampel setiap hari dengan satu teknisi operasi.



  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.